Sejarah berdirinya Ranting NU Tangkil
Pada tahun 1934 di daerah tumpuk Tangkil telah berdiri pondok pesantren yang diberi nama DARUL ULUM oleh tokoh KH. IBRAHIM yang mempunyai putra KH. ABDUL MU’IN. bersamaan dengan berdirinya pondok pesantren tersebut, maka munculnya faham ahli sunnah wal jama’ah dikarenakan ajaran seperti tahlil telah diajarkan oleh beliau.
KH. ABDUL MU’IN memiliki putra 9 orang yang kesemuanya membantu memnyebarkan dahwah keilmuannya dari pesantren di beberapa lingkungan sekitar. Kegiatan rutinitas tersebut terjadi apa adanya. Pada tahun1942 KH. ABDUL MU’IN mempunyai salah satu putri yang bernama mbah NYAI NIHAYAH yang ingin memiliki mantu bernama ABDUL MU’THI dari pesantren Tebu Ireng Jombang murid dari K. H. Abdul Wahid Hasjim (ayah dari GUSDUR).
Setelah ABDUL MU’THI menjadi menantu NYAI NIHAYAH yang bersuamikan KH. QOMARUDDIN di pondok pesantren Darul Ulum Tumpuk Tangkil. (Pondok pesantren Putra diasuh oleh KH. QOMARUDDIN dan santri putri diasuh oleh Kyai AYUB adik dari NYAI NIHAYAH.
Maka kegiatan rutinitas yang berhaluan aswaja mulai tersusun secara administratif sehingga terbentuklah kepengurusan Tumpuk.
Setelah terbentuk kepengurusan Tumpuk, melalui putra-putri KH. ABDUL MU’IN dan cucu menantu dari ponpes Tebu Ireng Jombang tersebut, kaderisasi berkembang ke tetangga desa (Pandean, Tangkil, Tenggong, Karang kendal).
Komentar
Posting Komentar